Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Minum di Pagi Hari, 6 Jus Sayur Ini Cepat Turunkan Kolesterol
Advertisement . Scroll to see content

5 Gejala Kolesterol Naik yang Sering Dialami, Jangan Dianggap Sepele!

Jum'at, 21 Juli 2023 | 12:55 WIB
  • author Haryudi/Eni Pepin Lusiani
5 Gejala Kolesterol Naik yang Sering Dialami, Jangan Dianggap Sepele!
Gejala kolesterol naik yang sering dialami dan jangan dianggap sepele. Foto: Ilustrasi/Freepik

JAKARTA, iNewsCiamisRaya.id - Hati-hati, ini 5 gejala kolesterol naik yang sering dialami dan jangan dianggap sepele. Kadar kolesterol tinggi biasanya akan diketahui melalui pemeriksaan dokter. Tetapi juga bisa diketahui secara umum dengan memperhatikan tanda-tanda yang dirasakan oleh penderita.

Seperti diketahui, ada dua jenis kolesterol,  yakni  Lipoprotein densitas rendah (LDL) atau kolesterol jahat yang bisa menyebabkan masalah kesehatan yang serius, seperti serangan jantung atau stroke dan lipoprotein densitas tinggi (HDL) atau kolesterol baik.

Dilansir dari laman Mayoclinic yang dikutip, Jumat (14/7/2023), menyatakan bahwa "Dengan kolesterol tinggi, Anda dapat mengembangkan timbunan lemak di pembuluh darah. Terkadang, endapan tersebut bisa tiba-tiba pecah dan membentuk gumpalan menyebabkan serangan jantung atau stroke,"

Lalu, apa saja gejala atau tanda-tanda awal yang sering dialami saat kolesterol naik? Simak artikel berikut ini yang dirangkum dari berbagai sumber.

5 Gejala Kolesterol Naik

1. Kram di malam hari

Saat kondisi tubuh sedang beristirahat, bagi penderita kolesterol tinggi. Kerap kali mengalami kram di malam hari. Kondisi bisa semakin parah pada malam hari saat tidur.

Orang dengan PAD mungkin mengalami kram atau kejang saat tidur, paling sering di tumit, kaki depan, atau jari kaki.

2. Nyeri leher

Salah satu studi membuktikan bahwa adanya korelasi nyeri leher dengan kadar kolesterol dalam tubuh. Dalam penelitian tersebut, menunjukkan bahwa tingkat perempuan mengalami nyeri leher lebih banyak, dibandingkan pria.

"Tidak ada perbedaan yang signifikan dalam prevalensi nyeri leher antara pria (20,5%) dan wanita (21,5%). Namun, prevalensi kekakuan leher dan bahu secara signifikan lebih tinggi pada wanita (60,3%) dibandingkan pada pria (38,0%; P <0,05)," jelas penelitian itu, dilansir National Library Medicine, Jumat (14/7/2023).

Editor: Asep Juhariyono

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut