Logo Network
Network

Terjangkit Demam Berdarah, 94 Warga Ciamis Terpaksa Dirawat di Rumah Sakit

Andri M Dani
.
Selasa, 13 Februari 2024 | 16:29 WIB
Terjangkit Demam Berdarah, 94 Warga Ciamis Terpaksa Dirawat di Rumah Sakit
Terjangkit demam berdarah, 94 warga Ciamis terpaksa dirawat di rumah sakit. Foto: Ilustrasi

CIAMIS, iNewsCiamisRaya.id – Selama tahun 2024 ini sejak Januari sampai  Senin (12/02/2024) sebanyak 94 orang warga Ciamis terpaksa dirawat di rumah sakit akibat terjangkit Demam Berdarah Dengue (DBD) gara-gara ditusuk (gigit) nyamuk aedes aegypti.

Ke-94 kasus DBD tersebut masing-masing 58 kasus pada bulan Januari dan 36 kasus pada bulan Februari ini (sampai tanggal 12/02/2024).

Menurut Kabid Pencegahan dan Pengendalian  Penyakit Dinkes Ciamis, H Edis Herdis, bila dibandingkan dengan kasus DBD yang terjadi pada bulan yang sama tahun 2023 lalu, jelas kasus DBD di Ciamis pada awal tahun 2024 ini meningkat tajam lebih dua kali lipat.

“Penyebab utamanya adalah faktor cuaca. Hujan ekstrim dan panas ekstrim,” ujar Kabid P2P Dinkes Ciamis H Edis Herdis S.Sos MM kepada iNewsCiamisRaya.id, Selasa (13/02/2024).

Hujan ekstrim menyisakan banyak tempat-tempat genangan air yang kemudian diterpa sinar panas matahari sangat potensial untuk perkembangan biakan nyamuk aedes aegypti, nyamuk penular (vektor) penyakit DBD.

Pada bulan Januari 2024, sebanyak 58 warga Ciamis dirawat karena DBD sementara pada bulan Januari 2023 hanya terjadi 20 kasus DBD di Ciamis. Ada kenaikan kasus hampir 3 kali lipat pada bulan yang sama tahun yang berbeda.

Sedangkan pada bulan Februari ini sampai tanggal 12/02/2024 sudah terjadi 36 kasus DBD di Ciamis. Padahal selama bulan Februari tahun 2023 total hanya 21 kasus DBD yang terjadi.

Dari 94 kasus DBD yang terjadi di awal tahun 2024 ini tidak ada yang sampai meninggal dunia. Semuanya terselamatkan setelah korban menjalani perawatan di rumah sakit.   

Sebaran kasus DBD selama awal tahun 2024 tersebut terbanyak di wilayah kerja Puskesmas Handapherang (15 kasus), Ciamis (13 kasus), Baregbeg (7 kasus), Cikoneng (7 kasus), Cijeungjing (6 kasus), Imbanagara (6 kasus) dan wilayah kerja Puskesmas Rancah (6 kasus).

Bila dibagi atas jenis kelamin, DBD menyerang lebih banyak perempuan (48 kasus) dan laki-laki (46 kasus).

Dan lebih banyak menjangkiti usia produktif (usia 15-44 tahun sebanyak 43 kasus), kemudian dewasa usia diatas 45 tahun (27 kasus), berikut anak-remaja usia 5–14 tahun (21 kasus),  juga menyerang bayi (usia di bawah 1 tahun) 2 kasus dan anak balita (usia 1–4 tahun) sebanyak 1 kasus. DBD menyerang segala usia, terutama warga usia produktif yang rata-rata tinggi mobilitas.

Peningkatan tajam kasus DBD ini menurut Edis perlu menjadi perhatian warga untuk lebih waspada atas gigitan nyamuk yang bisa menularkan DBD.

Follow Berita iNews Ciamisraya di Google News

Halaman : 1 2
Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.