Wamendagri Bima Arya meminta Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi (KDM) turun tangan memfasilitasi penangan sampah yang mengancam Bendungan Leuwikeŕis tersebut.
Penangan sampah yang mengancam eksistensi Bendungan Leuwikeris tersebut harus dilakukan secara masiv, berkelanjutan sejak dari hulu. Yang melibatkan lintas sektoral dan lintas daerah serta lintas kewenangan tersebut. Tidak hanya menjadi tanggungjawab BBWS saja.
"Perlu ada penanganan bertahap sejak dari hulu, sehingga sampah tidak langsung di bendungan," ingat Wamendagri Bima Arya.
Dengan dorongan dan fasilitasi dari Gubernur Jabar, Pemkab Ciamis beserta Pemkab Tasikmalaya dan BBWS Citanduy bisa berkolaborasi melakukan langkah-langkah strategis untuk penanggulanan sampah yang kian mengancam Bendungan Leuwikeris. Langkah tersebut tentunya diawali dengan mitigasi.
Selain masalah sampah yang mengancam, Wamendagri Bima Arya juga mengingatkan untuk dilakukan upaya-upaya pemanfaatan air Bendungan Leuwikeris untuk peningkatan produktivitas pertanian secara maksimal.
"Saya minta Pak Herry (maksudnya, Ir H Herry Dermawan, anggota Komisi IV DPR RI untuk melakukan koordinasi dengan Kementerian PUPR, Kementrian Pertanian dan Kementrian Pangan," imbuh Wamendagri.
Koordinasi dengan kementrian berwewenang tersebut katanya untuk memastikan perencanaan pembangunan saluran irigasi (primer, sekunder dan tersier) guna peningkatan produktivitas pertanian menuju target swasembada pangan.
Editor : Asep Juhariyono
Artikel Terkait